<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel>
	<title>jlitheng</title>
	<link>http://jlitheng.dagdigdug.com</link>
	<description>Just another dagdigdug.com weblog</description>
	<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 19:34:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Nulis lagi&#8230;..</title>
		<link>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/03/03/nulis-lagi/</link>
		<comments>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/03/03/nulis-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 07:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kresno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/03/03/nulis-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama aku tidak menyalurkan hobi tulis menulis, saatnya tiba untuk memulai lagi, thanks ya pakde didiâ€¦..sejak mbuat weblog jadi terpicu untuk corat coret.
Pak Didi adalah pak tua yang belum terlalu tua yang dengan gaya bicaranya yang sok bijak selalu â€˜ngelingkeâ€™ aku tentang banyak hal, sadar atau tidak sadar sahabat tuaku ini sudah melakukannyaâ€¦â€¦.:))

Padahal dulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama aku tidak menyalurkan hobi tulis menulis, saatnya tiba untuk memulai lagi, thanks ya pakde didiâ€¦..sejak mbuat weblog jadi terpicu untuk corat coret.<br />
<em>Pak Didi adalah pak tua yang belum terlalu tua yang dengan gaya bicaranya yang sok bijak selalu â€˜ngelingkeâ€™ aku tentang banyak hal, sadar atau tidak sadar sahabat tuaku ini sudah melakukannyaâ€¦â€¦.:))<br />
</em><br />
Padahal dulu aku sempat sebagai penulis freelance untuk majalah Vista, disambi menjadi AE di sebuah Agency. Untungnya boss di Agency membolehkan sembari hunting klien, hunting berita juga. Dan sejak dunia periklanan lebih menarik hati, maka kutinggalkanlah dunia tulis menulis. Apalagi ketika melihat teman wartawati yang sudah berkeluarga, hidupnya 24 jam milik berita. Jadi kuputuskan saja, hidup harus balance, dunia periklanan enjoy juga, apalagi bakat menulisku pas-pasan bangetâ€¦. he he he</p>
<p>Sabtu pagi, 01 Maret 08,  seperti biasa, adalah jadwal bangun siang. Mas Rudy, suami yang sudah mendampingiku hampir 13 tahun ini, tetap harus bangun pagi karena harus membantu anakku tertua, Rama -yang sekarang berusia 9 tahun kelas 4 SD-, menyiapkan diri untuk berangkat ikut Klub Sepakbola. Rama selalu tidak pernah bisa mengikat tali sepatunya dengan rapih. Entah kami yang kurang telaten mengajarkan atau Rama yang malas â€¦â€¦</p>
<p>Sepulang mengantar Rama, tiba-tiba mas Rudy berideâ€¦..jalan-jalan yuk!nginep. Ajak Eyang Mama.<br />
Y<em>ang kami sebut Eyang Mama sebenarnya tantenya mas Rudy yang selalu punya waktu membantu kami kalau tiba-tiba kami repot dengan urusan anak-anak lantaran tidak ada pembantu.</em><br />
Dan aku seketika lompat dari sofa orange, mengambil laptop, okehâ€¦browsing dulu tempat- tempat yang sreg.<br />
Belum berhasil menemukan tempat, aku harus bergegas ke Poins Square ke sebuah toko tempatku membeli macbook. Ada yang harus kubetulkan di sana.Supaya si kecilku, Anya,  tidak bosan di rumah aku mengajaknya serta, sambil berpesan  ke mas Rudy agar Rama sepulang les nanti menyiapkan sendiri baju-baju yang akan dibawa.</p>
<p>Berangkat dari rumah sudah menjelang sore, sayangnya Eyang Mama enggak jadi ikut. Sebelum akhirnya melaju di derasnya hujan, kami sekeluarga mampir di peristirahatan tol di Sentul. Rama langsung mengincar tahu gejrot makanan favoritnya. Pedesnya pake satu cabe ajaâ€¦katanya.Sementara itu, Anya masih timbang-timbang mau makan apa.</p>
<p>Melanjutkan perjalanan, kami bertiga tertidur di mobil dan membiarkan mas Rudy menyetir di derasnya hujan ditemani suara radio yang sedikit kemresek. Tidur adalah kebiasaanku kalau berada di mobil, pelor kata teman-teman. Begitu nempel, langsung molor. Lain halnya kalau di rumah, susah banget mata ini pejam, bahkan dulu aku terserang insomniaâ€¦â€¦</p>
<p>Sebenarnya kami belum memutuskan mau menginap dimana. Aku usul di Cibodas. Dan mas Rudy tidak ada ide lain. Dan hari sudah gelap, ketika kami tiba di Cibodas. Karena lupa nama tempat yang akan dituju aku menelpon mbak Ati, temanku. Dan mengikuti petunjuknya akhirnya kami menemukan tempat penginapan yang dimaksud -INKARLA. Tapi sayang, malam itu ada rombongan keluarga, dan seluruh villa sudah penuh. Akhirnya kami turun lagi sambil berharap beberapa villa di sepanjang jalan Cibodas masih ada tempat tersisa.</p>
<p>Pilihan akhirnya jatuh ke PONDOK DAUN. Hmmmâ€¦.enggak nyesal deh menginap di situ.</p>
<p><strong>PONDOK DAUN CIBODAS</strong></p>
<p>Pilihan menginap kali ini di Pondok Daun, Cibodas. Letaknya di sebelah kanan jalan menuju Kebun Raya Cibodas. Pelayannya ramah-ramah, jadi kami langsung merasa betah dan nyaman. Kami memilih vila tipe Bali.</p>
<p>Begitu sampai, anak-anak langsung berniat mandi air panas, padahal kalau di rumah susahnya minta ampun kalau disuruh mandi. Sesuatu yang exiting membuat anak-anak selalu bergairah tanpa paksaanâ€¦.</p>
<p><a href="void(0)" title="makan malam"><img src="http://jlitheng.dagdigdug.com/files/2008/03/image218.thumbnail.jpg" alt="makan malam" height="117" width="155" /></a>  <em><br />
</em><br />
Makan malam kami sudah telat,tapi Rama Anya tetap semangat. 2 piring nasi goreng porsi dewasa berhasil mereka lahap. Sayang, sate kambing yang aku pesan kurang empuk.<a href="void(0)" title="makan malam"> </a></p>
<p>Rama seperti biasa selalu membawa games-gamesnya, kali ini nintendo WII nya, dan Anya sibuk dengan tulisan karangannya.<br />
<a href="void(0)" title="anya asyik membat karangannya di tempat tidur, Pondok Daun Cibodas"> <img src="http://jlitheng.dagdigdug.com/files/2008/03/image250.thumbnail.jpg" alt="anya asyik membat karangannya di tempat tidur, Pondok Daun Cibodas" /><em><br />
</em><br />
</a></p>
<p>Aku tidak berniat melakukan aktifitas apapun, hanya menikmati malam yang hening, duduk berpindah berpindah dari teras tempat tidur sambil mengobrol dengan mas Rudy dan komentar. Tempatnya enak untuk berhoney moonâ€¦..<br />
Sejenak, aku merasakan rileks sekali. Nggak salah deh pilih tempatâ€¦..</p>
<p>Hampir jam 12 malam, aku memaksa anak-anak untuk tidur. Kalau diteruskan bisa sampai pagi Rama asyik bergames ria. Kami pesan satu extra bed, karena single bednya hanya cukup untuk aku dan anak-anak. Brrâ€¦dinginnya menusuk, dan aku selalu orang yang paling sibuk dengan dingin karena paling tidak tahan.</p>
<p>Tidak seperti biasa, Anya bangun lebih awal. Biasanya si kunyilku ini paling susah bangun kalau di rumah. Belum lagi kalau sudah bangun pakai upacara digendong ini dan itu dulu baru melekâ€¦â€¦.Mas Rudy dan Rama menyusul. Aku masih bermalas-malasan di tempat tidur, beralasan pinggangku sakit karena kasur dan bantal kurang nyaman. Atau mungkin sudah mulai tua yaâ€¦.<br />
Jatah breakfast belum datang, mas Rudy menyuruh anak-anak belajar dulu. Mumpung masih fresh. Kebetulan hari Senin esoknya, Rama ada ulangan dan Anya di hari Rabunya. Tanpa diminta dua kali, anak-anak langsung mengambil buku-buku pelajaran yang memang sudah mereka persiapkan.</p>
<p><a href="void(0)" title="image018.jpg"> 			 <img src="http://jlitheng.dagdigdug.com/files/2008/03/image018.thumbnail.jpg" /></a></p>
<p><a href="void(0)" title="image018.jpg"><em> </em></a></p>
<p>Sekali lagi pembuktian, ketika hati mereka senang, anak-anak tidak pernah menolak untuk melakukan yang kami minta. Padahal kalau di rumah, kami harus sedikit memaksa, mematikan TV dulu agar mereka lebih konsentrasi dalam belajar.<br />
Tidak lama, sarapan datang. Sayangnya, menu sarapan hotel dimana-mana selalu sama, nasi goreng. Ya sudah, toh anak-anak tidak menolak. Kali ini mereka tidak sesemangat tadi malam, mungkin karena masih terasa kenyang. Aku sendiri malas sarapan, mas Rudy yang memang harus sarapan menghabiskan porsinya. Sayang makanan dibuang-buang, katanya. Prinsip itu yang nyatanya membuat badannya semakin bulat saja :((&#8230;..Apa saja bisa dia makanâ€¦..</p>
<p>Tiba-tiba Anya merengek, Bunda aku berenang yaâ€¦â€¦.. Sebenarnya aku ingin berkata tidak. Mengingat dia masih batuk pilek dan dokter THTnya melarang berenang kalau sedang batuk/pilek agar penyembuhan sinusistisnya bisa maksimal. Tidak tahan melihat wajahnya yang memohon dan sejak kemarin Anya selalu manis sikapnya, hatiku melunak. Ya deh, tapi jangan lama-lama dan jangan basahin kepalanya yaâ€¦.Belum selesai aku menjawab, Anya sudah lari diikuti loncatan Rama yang sejak tadi juga sudah ingin berenang.</p>
<p><a href="http://jlitheng.dagdigdug.com/files/2008/03/image041.jpg" title="Direct link to file"><img src="http://jlitheng.dagdigdug.com/files/2008/03/image041.thumbnail.jpg" alt="image041.jpg" height="128" width="96" /></a><em> </em></p>
<p>Tanpa disangka, mas Rudy menyusul anak-anak. Padahal suamiku ini paling malas berenang, lantaran memang tidak bisa. Jadi satu satunya alasan kalau mau berpartisipasi itu karena mau berendam, bukan berenang. Aku sendiri tidak terlalu minat, selain tidak tahan dingin, badanku masih belum fit, radang tenggorokan disusul batuk pilek membuat suaraku nyaris tak terdengar.</p>
<p>Aku harus memaksa anak-anak untuk selesai berenang dan bermain air. Khawatir hawa dingin semakin membuat batuk pilek mereka menjadi. Rama langsung menyalakan air panas di bath-up untuk mandi. Anya dan mas Rudy menyusul. Aku sendiri asyik dengan laptopku di tempat tidur. Niatnya ingin membuat proposal content newsletter, tapi urung karena sayang waktu santaiku dipakai untuk berpikir. Jadinya, aku hanya mengutak atik laptop membuat album foto-foto anak-anak sambil bereksperimen.</p>
<p>Aku baru sadar ketika sudah lebih dari setengah jam, mereka bertiga tidak keluar juga dari kamar mandi. Ternyata, mereka sengaja mengisi air panas di bath-up untuk berendam. Ini pasti ide mas Rudy yang enggak kesampaian berendamâ€¦..</p>
<p>Sedikit ngomel khas ibu-ibu, aku menyuruh ketiganya bergegas mandi, kalau tidak kita tidak punya waktu ke Kebun Raya Cibodas. Mas Rudy mengalah dan menyuruh anak-anak segera mandi.<br />
Aku yang paling terakhir mandi. Rama meneruskan belajarnya dan mas Rudy dan Anya berjalan berkeliling vila.<br />
Karena masih sedikit ada waktu, Anya ingin naik kuda yang merupakan fasilitas dari Pondok Daun. Sambil menunggu si tukang kuda, Anya bercerita kalau Pondok ini ternyata tempat pelatihan anjing-anjing. Pantas semalam aku mendengar gonggongan anjing. Sempat terbersit sih, lokasi sepi, lolongan anjingâ€¦..hiii ngeri.</p>
<p>Hujan mulai turun. Aku minta Anya membatalkan niatnya naik kuda. Gadis kecilku ini senang aktifitas yang sedikit menantang. Mungkin menurun dari aku yang memang senang hal-hal yang avonturirâ€¦.he he.</p>
<p>Kami membereskan barang bawaan dan langsung checkout. Menuju Kebun Raya Cibodas yang hanya ditempuh tidak lebih 10 menit dari Pondok Daun.<br />
Hujan rintik-rintik membuat kami malas turun dari mobil. Padahal ada beberapa lokasi yang kelihatannya menarik. Ada rumah kaca, bunga bangkai, air terjun, dan beberapa taman-taman seperti tanaman obat. Hanya berputar-putar dan tetap di dalam mobil, tidak lama kami pun memutuskan pulang. Di pintu keluar Kebun Raya Cibodas, kami mampir membeli tanaman.</p>
<p>Kami tidak berencana mampir-mampir lagi, hanya makan siang menjelang sore di Restoran Gading, mengingat esok hari Rama harus ulangan dan malam harinya masih harus mengulang belajarnya.</p>
<p>Dan seperti biasa, kami bertiga tertidur sementara mas Rudy menyetir ditemani suara radio yang sedikit kemresekâ€¦â€¦..</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jlitheng.dagdigdug.com/?p=6&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_6" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/03/03/nulis-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ayo..ayoooo&#8230;</title>
		<link>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/ayoayoooo/</link>
		<comments>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/ayoayoooo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 11:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kresno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[gado gado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/ayoayoooo/</guid>
		<description><![CDATA[kalo udh bisa bgini, dan ternyata mudah mbuat blog. kayaknya harus ajak temen nih.ayoo&#8230;ayooooo
Berbagi
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kalo udh bisa bgini, dan ternyata mudah mbuat blog. kayaknya harus ajak temen nih.ayoo&#8230;ayooooo</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jlitheng.dagdigdug.com/?p=5&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_5" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/ayoayoooo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Horeeeee&#8230;.!!!</title>
		<link>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/horeeeee/</link>
		<comments>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/horeeeee/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 10:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kresno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[gado gado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/horeeeee/</guid>
		<description><![CDATA[Gile, akhirnya aku bisa punya n bikin blog, scara kan, gaptek gitu loh&#8230;&#8230;brarti udah bisa berekspresi hihihi&#8230;
Berbagi
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gile, akhirnya aku bisa punya n bikin blog, scara kan, gaptek gitu loh&#8230;&#8230;brarti udah bisa berekspresi hihihi&#8230;</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jlitheng.dagdigdug.com/?p=4&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_4" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/horeeeee/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang di dagdigdug</title>
		<link>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/hello-world/</link>
		<comments>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 09:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kresno</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[gado gado]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang di dagdigdug.com. Ini posting pertamamu , Ekspresikan perasaanmu. Ngebloglah sekarang juga !
Berbagi
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang di <a href="http://dagdigdug.com/">dagdigdug.com</a>. Ini posting pertamamu , Ekspresikan perasaanmu. Ngebloglah sekarang juga !</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://jlitheng.dagdigdug.com/?p=1&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_1" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jlitheng.dagdigdug.com/2008/02/21/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

